Jumat, 31 Mei 2013

Perilaku Konsumen, Surplus Konsumen dan Elastisitas Harga

1.  Perilaku Konsumen

Perilaku konsumen adalah proses dan aktivitas ketika seseorang berhubungan dengan pencarian, pemilihan, pembelian, penggunaan, serta pengevaluasian produk dan jasa demi memenuhi kebutuhan dan keinginan. Perilaku konsumen merupakan hal-hal yang mendasari konsumen untuk membuat keputusan pembelian. Untuk barang berharga jual rendah (low-involvement) proses pengambilan keputusan dilakukan dengan mudah, sedangkan untuk barang berharga jual tinggi (high-involvement) proses pengambilan keputusan dilakukan dengan pertimbangan yang matang.

Pemahaman akan perilaku konsumen cerdas dapat diaplikasikan dalam beberapa hal, yang pertama adalah untuk merancang sebuah strategi pemasaran yang baik, misalnya menentukan kapan saat yang tepat perusahaan memberikan diskon untuk menarik pembeli. Ke dua, perilaku konsumen dapat membantu pembuat keputusan membuat kebijakan publik. Misalnya dengan mengetahui bahwa konsumen akan banyak menggunakan transportasi saat lebaran, pembuat keputusan dapat merencanakan harga tiket transportasi di hari raya tersebut. Aplikasi ke tiga adalah dalam hal pemasaran sosial (social marketing), yaitu penyebaran ide di antara konsumen.

Dengan memahami sikap konsumen dalam menghadapi sesuatu, seseorang dapat menyebarkan ide dengan lebih cepat dan efektif.Dan juga dapat memberikan gambaran kepada para pemasar dalam pembuatan produk,pnyesuaian harga produk,mutu produk,kemasan dan sebagainya agar dalam penjualn produknya tidak menimbulkan kekecewaan pada pemasar tersebut. 

Terdapat tiga pendekatan utama dalam meneliti perilaku konsumen. Pendekatan pertama adalah pendekatan interpretif. Pendekatan ini menggali secara mendalam perilaku konsumsi dan hal yang mendasarinya. Studi dilakukan dengan melalui wawancara panjang dan focus group discussion untuk memahami apa makna sebuah produk dan jasa bagi konsumen dan apa yang dirasakan dan dialami konsumen ketika membeli dan menggunakannya.

Pendekatan ke dua adalah pendekatan tradisional yang didasari pada teori dan metode dari ilmu psikologi kognitif, sosial, dan behaviorial serta dari ilmu sosiologi. Pendekatan ini bertujuan mengembangkan teori dan metode untuk menjelaskan perilaku dan pembuatan keputusan konsumen. Studi dilakukan melalui eksperimen dan survei untuk menguji coba teori dan mencari pemahaman tentang bagaimana seorang konsumen memproses informasi, membuat keputusan, serta pengaruh lingkungan sosial terhadap perilaku konsumen.

Pendekatan ke tiga disebut sebagai sains pemasaran yang didasari pada teori dan metode dari ilmu ekonomi dan statistika. Pendekatan ini dilakukan dengan mengembangkan dan menguji coba model matematika berdasarkan hierarki kebutuhan manusia menurut Abraham Maslow untuk memprediksi pengaruh strategi marketing terhadap pilihan dan pola konsumsi, yang dikenal dengan sebutan moving rate analysis.

Ketiga pendekatan sama-sama memiliki nilai dan tinggi dan memberikan pemahaman atas perilaku konsumen dan strategi marketing dari sudut pandang dan tingkatan analisis yang berbeda. Sebuah perusahaan dapat saja menggunakan salah satu atau seluruh pendekatan, tergantung permasalahan yang dihadapi perusahaan tersebut.  

Proses pengambilan keputusan pembelian

Sebelum dan sesudah melakukan pembelian, seorang konsumen akan melakukan sejumlah proses yang mendasari pengambilan keputusan, yakni: 
1.    Pengenalan masalah (problem recognition). Konsumen akan membeli suatu produk sebagai solusi atas permasalahan yang dihadapinya. Tanpa adanya pengenalan masalah yang muncul, konsumen tidak dapat menentukan produk yang akan dibeli.  
2.    Pencarian informasi (information source). Setelah memahami masalah yang ada, konsumen akan termotivasi untuk mencari informasi untuk menyelesaikan permasalahan yang ada melalui pencarian informasi. Proses pencarian informasi dapat berasal dari dalam memori (internal) dan berdasarkan pengalaman orang lain (eksternal). 
3.    Mengevaluasi alternatif (alternative evaluation). Setelah konsumen mendapat berbagai macam  informasi, konsumen akan mengevaluasi alternatif yang ada untuk mengatasi permasalahan yang dihadapinya.
4.    Keputusan pembelian (purchase decision). Setelah konsumen mengevaluasi beberapa alternatif  strategis yang ada, konsumen akan membuat keputusan pembelian. Terkadang waktu yang dibutuhkan antara membuat keputusan pembelian dengan menciptakan pembelian yang aktual tidak sama dikarenakan adanya hal-hal lain yang perlu dipertimbangkan. 
5.    Evaluasi pasca-pembelian (post-purchase evaluation) merupakan proses evaluasi yang dilakukan konsumen tidak hanya berakhir pada tahap pembuatan keputusan pembelian. Setelah membeli produk tersebut, konsumen akan melakukan evaluasi apakah produk tersebut sesuai dengan harapannya. Dalam hal ini, terjadi kepuasan dan ketidakpuasan konsumen. Konsumen akan puas jika produk tersebut sesuai dengan harapannya dan selanjutnya akan meningkatkan permintaan akan merek produk tersebut pada masa depan. 

Sebaliknya, konsumen akan merasa tidak puas jika produk tersebut tidak sesuai dengan harapannya dan hal ini akan menurunkan permintaan konsumen pada masa depan. 

Faktor-faktor yang memengaruhi

Terdapat lima faktor internal yang relevan terhadap proses pembuatan keputusan pembelian: 
1.    Motivasi (motivation) merupakan suatu dorongan yang ada dalam diri manusia untuk mencapai tujuan tertentu. 
2.    Persepsi (perception) merupakan hasil pemaknaan seseorang terhadap stimulus atau kejadian yang diterimanya berdasarkan informasi dan pengalamannya terhadap rangsangan tersebut. 
3.    Pembentukan sikap (attitude formation) merupakan penilaian yang ada dalam diri seseorang yang mencerminkan sikap suka/tidak suka seseorang akan suatu hal. 
Integrasi (integration) merupakan kesatuan antara sikap dan tindakan. Integrasi merupakan respon atas sikap yang diambil. Perasaan suka akan mendorong seseorang untuk membeli dan perasaan tidak suka akan membulatkan tekad seseorang untuk tidak membeli produk tersebut.

2.  Surplus Konsumen

Surplus Konsumen (Consumer’s surplus ) adalah utilitas untuk konsumen dengan mampu membeli produk dengan harga yang kurang dari harga tertinggi yang mereka akan bersedia membayar. Surplus Konsumen mencerminkan suatu keuntungan lebih atau surplus yang dinikmati oleh konsumen tertentu yang terjadi karena terdapat selisih harga antara harga maksimum yang diminta produsen dan harga yang dapat dibayar konsumen (yang disebabkan oleh terjadinya  keseimbangan harga dipasar). 

Jika konsumen akan bersedia membayar lebih dari harga minta saat ini, maka mereka mendapatkan manfaat lebih dari produk yang dibeli dari mereka habiskan untuk membelinya. Sebuah contoh yang baik dengan surplus konsumen umumnya tinggi adalah air minum. 

Orang-orang akan membayar harga yang sangat tinggi untuk minum air, karena mereka membutuhkannya untuk bertahan hidup. Perbedaan harga yang mereka akan membayar, jika mereka harus, dan jumlah yang mereka bayar sekarang adalah surplus konsumen mereka. Perhatikan bahwa utilitas dari pertama liter air minum sangat tinggi (karena mencegah kematian), sehingga beberapa liter pertama kemungkinan akan surplus konsumen lebih dari liter berikutnya. 

Harga maksimum konsumen akan bersedia membayar jumlah yang diberikan adalah jumlah dari harga maksimum ia akan bersedia membayar untuk unit pertama, harga tambahan maksimum ia akan bersedia membayar untuk unit kedua, dll Biasanya harga ini mengalami penurunan, dalam hal bahwa mereka diberikan oleh individu kurva permintaan . Jika harga ini adalah yang pertama meningkat dan kemudian menurun mungkin ada jumlah nol dengan nol surplus konsumen. Konsumen tidak akan membeli jumlah yang lebih besar dari nol dan lebih kecil dari jumlah ini karena surplus konsumen akan negatif. 

Harga tambahan maksimum konsumen akan bersedia membayar untuk setiap unit tambahan juga dapat alternatingly menjadi tinggi dan rendah, misalnya jika dia ingin bahkan jumlah unit, seperti dalam kasus tiket ia menggunakan di pasang pada tanggal. Nilai-nilai yang lebih rendah tidak muncul dalam kurva permintaan karena mereka sesuai dengan jumlah konsumen tidak membeli, terlepas dari harga. Untuk harga yang diberikan konsumen membeli jumlah yang surplus konsumen tertinggi. 

Surplus Konsumen agregat 'adalah jumlah surplus konsumen untuk masing-masing individu konsumen. Hal ini dapat diwakili pada sosok kurva permintaan agregat. 

Perhitungan dari penawaran dan permintaan 

The surplus konsumen (individu atau agregat) adalah area di bawah kurva permintaan (individu atau gabungan) dan di atas garis horizontal pada harga aktual (dalam kasus agregat: harga keseimbangan). Jika kurva permintaan adalah garis lurus, surplus konsumen adalah luas segitiga: 


            
Dimana mkt P adalah harga ekuilibrium (mana supply sama demand), mkt Q adalah kuantitas jumlah pembelian pada harga keseimbangan dan max P adalah harga di mana jumlah kuantitas pembelian akan turun menjadi 0 (yaitu, di mana kurva permintaan penyadapan yang harga sumbu).

Untuk permintaan yang lebih umum dan fungsi penawaran, daerah ini bukan segitiga tapi masih dapat ditemukan dengan menggunakan integral kalkulus. Surplus konsumen adalah demikian integral tentu dari fungsi permintaan terhadap harga, minus integral tertentu konstan D fungsi (P) = Q mkt (yaitu P Q mkt mkt), dari harga pasar dengan harga pemesanan maksimum (yaitu harga-intercept dari fungsi permintaan):

                  Grafik menunjukkan, bahwa jika kita melihat kenaikan harga keseimbangan dan penurunan jumlah ekuilibrium, maka surplus konsumen jatuh. 

Pembagian manfaat ketika harga turun 

Ketika pasokan yang baik memperluas, harga turun (asumsi kurva permintaan adalah miring ke bawah) dan meningkatkan surplus konsumen. Ini manfaat dua kelompok orang. Konsumen yang telah bersedia untuk membeli pada harga awal manfaat dari penurunan harga; juga mereka bisa membeli lebih banyak dan menerima surplus konsumen bahkan lebih, dan konsumen tambahan yang tidak mau membeli dengan harga awal tetapi akan membeli pada harga baru dan juga menerima beberapa surplus konsumen. 

Pertimbangkan contoh pasokan linear dan kurva permintaan. Untuk kurva penawaran awal S 0, surplus konsumen adalah segitiga di atas garis yang dibentuk oleh harga P 0 ke baris permintaan (dibatasi di sebelah kiri dengan sumbu harga dan di atas dengan garis kebutuhan). Jika pasokan memperluas dari S0 ke S 1, konsumen surplus mengekspansi pada segitiga atas P 1dan di bawah garis kebutuhan (masih dibatasi oleh sumbu harga). Perubahan surplus konsumen perbedaan di daerah antara dua segitiga, dan itu adalah kesejahteraan konsumen terkait dengan perluasan pasokan. 

Beberapa orang bersedia membayar harga yang lebih tinggi P 0.Bila harga berkurang, keuntungan mereka adalah area persegi panjang yang terbentuk di atas oleh P 0, pada bagian bawah oleh P 1, di sebelah kiri dengan sumbu harga dan di sebelah kanan oleh garis vertikal membentang dari Q 0.

Set kedua penerima adalah konsumen yang membeli lebih banyak, dan konsumen baru, mereka yang akan membayar harga yang lebih rendah baru (P 1) tetapi bukan harga yang lebih tinggi (P 0). konsumsi tambahan mereka membentuk perbedaan antara Q 1 dan Q 0. surplus konsumen mereka adalah segitiga dibatasi di sebelah kiri dengan garis vertikal membentang dari Q 0, di kanan dan atas oleh garis permintaan, dan pada bagian bawah oleh garis memperluas horizontal ke kanan dari P 1.

Peraturan satu-setengah 

Aturan-setengah perkiraan satu perubahan surplus untuk perubahan kecil dalam pasokan dengan kurva permintaan konstan. Catatan bahwa dalam kasus khusus di mana kurva permintaan konsumen linear, surplus konsumen adalah luas segitiga. Setelah gambar diatas. Dimana:
·         CS = Konsumen Surplus
·         Q 0 dan Q 1 adalah kuantitas yang diminta sebelum dan setelah perubahan pasokan
·         P 0 dan P 1 adalah harga sebelum dan setelah perubahan pasokan

3.  Elastisitas Harga

Elastisitas harga adalah tingkat kepekaan relatif dari jumlah yang diminta konsumen, akibat adanay perubahan tingkat barang. Dengan kata lain elastisitas harga adalah perubahan proporsional dari sejumlah barang yang diminta dibagi dengan perubahan proporsional dari harga.Elastisitas harga (Ep) mengukur berapa persen permintaan terhadap suatu barang berubah bila harganya berubah sebesar satu persen.  
Angka elastisitas harga bernilai negatif. Ep = 2 mernpunyai arti bila harga barang naik 1%, permintaan terhadap barang itu turun 2%, ceteris paribus. Begitu juga sebaliknya. Semakin besar nilai negatifnya, serna kin elastis permintaannya, sebab perubahan permintaan jauh lebih besar dibanding perubahan harga. Angka Ep dapat disebut dalam nilai absolut. Ep = 2, artinya sama dengan Ep = -2. 

Angka Elastisitas Harga (Ep)  
a.     Inelastis (Ep < 1) 
Perubahan permintaan (dalarn persentase) lebih kecil daripada perubahan harga. Kalau harga naik 10% rnenyebabkan perrnintaan barang turun sebesar, rnisalnya, 6%.
Perrnintaan barang kebutuhan pokok umumnya inelastis. Misalnya perubahan harga beras di Indonesia, tidak berpengaruh besar terhadap perubahan perrnintaan terhadap beras.  
b.    Elastis(Ep>l)
Permintaan terhadap suatu barang dikatakan elastis bila perubahan harga suatu barang rnenyebabkan perubahan perrnintaan yang besar. Misalnya, bila harga turun 10% menyebabkan permintaan barang naik 20%. Karena itu nilai Ep lebih besar dari satu. Barang mewah seperti rnobil umumnya permintaannya elastis.
c.     Elastis unitari (Ep = 1) 
Jika harga naik 10%, permintaan barang turun 10% juga. 
d.    Inelastis sempurna (Ep = 0)
Berapa pun harga suatu barang, orang akan tetap mernbeli jumlah yang dibutuhkan. Contohnya adalah permintaan garam. 
e.    Elastis tak terhingga (Ep = 00) 
Perubahan harga sedikit saja menyebabkan perubahan permintaan tak terbilang besarnya. 
Secara gratis tingkat elastisitas harga terlihat dari slope (kemiringan) kurva permintaan. Bila kurva permintaan tegak lurus, permintaan inelastis sempuma (perfect inelastic); Perubahan harga, tidak memengaruhi jumlah barang yang diminta. Bila kurva sejajar surnbu datar, permintaan elastis fak terhingga (perfect elastic); Perubahan harga sedikit saja, rnenyebabkan pembahan jumlah barang yang diminta tak terhingga besamya. Permintaan dikatakan elastis unitari (unitary elastic), bila slope kurvanya minus satu (kurvanya membentuk sudut 45°). Dapat disimpulkan, semakin datar kurva permintaan, makin elastis permintaan suatu barang.


Selasa, 09 April 2013

contoh program C++

LA C++ 07 by Lucyanna Lessi

Kebebasan

kebebasan adalah
hak manusia untuk mencapai kebahagiaan individu
tanpa merusak kebebasan individu lain.

Kebebasan merupakan tempat bergantungnya
ketinggian harga diri manusia. Setiap kebebasan
hakikatnya adalah aturan yang menjadi pilihan.

Akal dan kecerdasan tidak ada artinya tanpa kebebasan.

Kebebasan juga dapat berarti kehendak bebas
manusia yang dengannya kita dapat memutuskan
suatu hal dari banyak pilihan-pilihan dan peristiwa
yang terjadi dalam hidup kita.

Kita memiliki kebebasan, untuk mencintai atau membenci...
Marah atau memaafkan...
Terpuruk atau bangkit...
Bahagia atau sebaliknya...

Kita bebas memilih atau mengontrol respon
dari setiap kejadian yang datang dalam kehidupan kita.
Itulah kebebasan.

TAPI... walaupun kita memiliki KEBEBASAN dalam
memilh respon untuk setiap kejadian, saya sarankan
kita tetap fokus memilih pada KEBEBASAN yang
bersifat POSITIF.

Rangkullah kehidupan.
Rengkuhlah cinta baru.
Penuhilah tawa, keriangan di setiap hari-hari.
Bukalah hati untuk kemungkinan-kemungkinan yang baik:
rezeki, pekerjaan, orang-orang, lingkungan baru
yang membahagiakan.

Anda BEBAS untuk menjalani itu semua!
Dan menjadi bahagia.

Tuhan tidak pernah mengutuk kita, namun kitalah yang
sering mengutuk kehidupan dan diri kita sendiri.

Kita memiliki berbagai macam kebebasan,
Pilihlah kebebasan-kebebasan yang baik.
Buatlah hal-hal baik, terbaik yang bisa kita lakukan setiap harinya.

Selalu pilih respon terbaik, pikiran & emosi baik, pada setiap kejadian.
Jalanilah setiap kebebasan dan kehidupan dengan
energi positif, hingga menjadikan hidup ini pernuh warna... :-)

Jumat, 29 Maret 2013

Perbedaan perbedaan syntax


Bagi anda yang sedang belajar C/C++ pasti sering menggunakan fungsi getch() ataupun getche(). Dari pengalaman saya banayak dosen Pemrograman yang kurang detail dalam menjelaskan kegunaan dari fungsi getch() ini. Nah untuk menambah pengetahuan, saya ingin sharing tentang fungsi getch ()dan getche().
Dari pengalaman saya, kebanyakan dosen pemrograman menjelaskan kegunaan dari fungsi getch() ini hanya digunakan untuk menghentikan suatu proses yang berjalan. Namun kegunaan fungsi getch() sebenarnya lebih dari itu, fungsi getch sebenarnya merupakan fungsi yang digunakan untuk membaca input dari keyboard. getch() ini merupakan kepanjangan dari Get Character. Dan karakter yang diambil oleh fungsi getch ini tidak akan ditampilkan pada console. Adapun karakter yang diambil dari keyboard hanya satu karakter.
Berikut adalah contohnya :
#include
#include
main()
{
char a;
printf(“Tekan sebuah tombol pada keyboard!”);
a=getch();
printf(“\nTombol yang baru anda tekan adalah %c”,a);
getch();
}
 pada syntax a=getch(); artinya apapun yang ditekan pada keyboard akan disimpan ke dalam variabel a. salah satu kegunaan fungsi getch() ini adalah untuk masking password.
Lalu apa perbedaan fungsi getch() dan getche()? Seperti yang dijelaskan tadi getch() merupakan kepanjangan dari Get Character, sedangkan untuk getche() merupakan kepanjangan dari Get Character And Echo. Pada fungsi getch() tombol yang kita tekan pada keyboard tidak akan ditampilkan pada console (kecuali kita panggil variabelnya dengan fungsi printf atau fungsi output lainnya), namun untuk getche() tombol yang kita tekan akan langsung ditampilkan pada console. Berikut adalah contohnya:
#include
#include
main()
{
char a;
printf(“Tekan sebuah tombol pada keyboard!”);
a=getche();
printf(“\nTombol yang baru anda tekan adalah %c”,a);
getch();
}

Pada bahasa pemrograman Pascal. Perintah yang digunakan untuk menampilkan output adalah write dan writeln, sedangkan untuk keperluan input (membaca input) atau menerima input digunakan identifier standar READ atau READLN. Identifier standar Readln sedikit berbeda dengan Read. Perintah input dan output tersebut akan dibahas satu persatu secara detail sebagai berikut:
  1. WRITE
Perintah write digunakan untuk menuliskan output, dengan posisi cursor – penunjuk aktif, terletak pada akhir output yang ditampilkan pada baris yang sama. Write tidak menambahkan CR setelah menampilkan data semua argument. Write menampilkan hasil tanpa ganti baris dan tampilan berikutnya akan disambung dalam baris yang sama.

Syntax :
write(’yang akan dituliskan’);
write(variabel);
write(‘tulisan’, variabel);
Contoh program:
Listing Program 1.1
program nothelloworld;
begin
write(‘not a hello world’);
end.

  1. WRITELN
Perintah writeln digunakan untuk menuliskan output, dengan posisi cursor – penunjuk aktif, terletak pada awal baris berikutnya. Writeln menambahkan CR setelah menampilkan data semua argument. Writeln digunakan untuk menampilkan tampilan perbaris, akan ganti baris untuk tampilan berikutnya. Argumen perintah writeln boleh berupa ekspresi. Contoh perintah penyajian writeln(‘Luas = ‘, luasPSP); bisa dikerjakan dengan perintah: writeln(‘Luas = ‘, panjangPSP * lebarPSP);

Syntax :
writeln(’yang akan dituliskan’);
write(variabel);
write(‘tulisan’, variabel);
Contoh program:
Listing Program 1.2
program nothelloworld;
begin
writeln(‘not a hello world’);
end.

  • WRITE dan WRITELN dapat menerima:
    • Argumen bertipe dasar, jumlah argumen bisa lebih dari satu.
    • Suatu ekspresi
    • Tanpa argumen
Writeln (20.13) {argumen bertipe real}
Writeln (678) {argumen bertipe integer}
Writeln (True) {argumen bertipe boolean}
Writeln (‘A’) {argumen bertipe char}
Writeln (‘Turbo Pascal’) {argumen bertipe string}
writeln (2 * 3 + 4) {suatu ekspresi}
writeln (‘Jumlah barang : ‘,jumlahbarang) {lebih dari satu ekspresi}
Writeln (‘ ‘); {tanpa argumen}
Writeln ; {tanpa argumen}
  • Argumen perintah writeln boleh berupa ekspresi. Contoh perintah penyajian writeln(‘Luas = ‘, luasPSP); bisa dikerjakan dengan perintah: writeln(‘Luas = ‘, panjangPSP * lebarPSP);

  • Format Output dari Write atau Writeln
Ada dua format :
  • data : n pada umumnya
  • data : lebar_total : lebar_pecahan bilangan real

writeln (’12345678901234567890′);
writeln (‘Yogya’: 10);
writeln (‘A’ : 8);
writeln (True : 8);
writeln (123 : 8);
writeln (-123 : 8);
writeln (1234.5678 :8);
writeln (1234.5678 :12:5);
writeln (1234.5678 :13:5);
writeln (1234.5678 :13:4);
writeln (1234.5678 :13:0);
writeln (1234.5678 :7:5);
writeln (True : 2);

  • Bentuk umum penulisannya :

WRITE (variabel output); WRITELN (variabel output);


  1. READ
Perintah read digunakan untuk menerima input, dengan posisi cursor – penunjuk aktif, setelah diberi input pada baris berikutnya. Read tidak membaca end of line marker. Pernyataan ini tidak akan membuang kelebihan data. Kelebihan data akan diberikan pada read atau readln berikutnya. Read tidak ganti baris, masih dalam baris yang sama

Syntax :
read(variabel);
Contoh program:
Listing Progra 1.3
program nothelloworld;
var
s : integer;
begin
write(‘not a hello world ’);
read(s);
write(s*s);
end.

  1. READLN
Perintah readln tidak terlalu jauh berbeda dengan perintah read. Readln membaca end of line marker. Pernyataan ini menyebabkan kelebihan data akan dibuang (tidak diberikan ke read atau readln berikutnya). Readln juga digunakan untuk memasukkan data perbaris, artinya setelah tombol Enter ditekan, maka akan ganti baris,

Syntax :
readln(variabel);
Contoh program:
Listing Program 1. 4
program nothelloworld;
var
s : integer;
begin
write(‘not a hello world ’);
readln(s);
write(s*s);
end.

  • READ dan READLN tidak dapat dipakai untuk memasukkan semua jenis data. Data bilangan, string maupun karakter dapat ditangani oleh kedua pernyataan ini.
  • Perintah read atau readln dapat digunakan untuk membaca data lebih dari satu sekaligus dengan berbagai format.
  • Bentuk umum penulisannya :

READ (variabel input) ; READLN (variabel output);

Ada banyak contoh yang dapat kita pelajari. Di bawah ini adalah beberapa contoh yang dapat kita pelajari dan mencobanya.
  • Menggunakan Readln dan Writeln
Program MasukkanData; (*Layar*)
Var
A, B : Integer;
C : Real;
D : String[10];
E : Char;

BEGIN
(* Memasukkan data untuk masing-masing variabel *)
ReadLn(A);
ReadLn(B);
ReadLn(C);
ReadLn(D);
ReadLn(E);

(* Menampilkan data yang dimasukkan *)
WriteLn;
WriteLn(‘A = ‘,A,’ B = ‘,B,’ C = ‘,C);
WriteLn(‘D = ‘,D);
WriteLn(‘E = ‘,E);
End.

50
12345
12345
HALO
HALO JUGA
A = 50 B = 12345 C = 1.2345000000E+04
D = HALO
E = H

  • Menggunakan Read, write, dan Writeln

Program MasukData; (* Input, Output *)
(*Program untuk mengkonversikan dari derajat celcius menjadi derajad fahrenheit *)
Var
C, F : Real;
Begin
Write(‘ Berapa Celcius ? ‘);
ReadLn(C);
F := 1.8 * C + 32;
WriteLn;
WriteLn(C,’ Celcius adalah ‘,F,’ Fahrenheit’);
End.

Berapa Celcius ? 10
1.0000000000E+01 Celcius adalah 5.0000000000E+01 Fahrenheit


  • Menggunakan Readln, write, dan Writeln
Var
Sisi, panjang, luas : integer ;
Begin
Write (‘Masukkan sisi persegi panjang =’);
Readln (sisi) ;
Write (‘Masukkan panjang persegi panjang =’);
Readln (panjang) ;
Luas : = sisi x panjang ;
Writeln (‘Luas persegi panjang adalah’, Luas) ;
End.

Output program :
Masukkan sisi persegi panjang = 10 �� data yg diinput melalui keyboard
Masukkan panjang persegi panjang = 10
Luas persegi panjang adalah 100

  • Menggunakan write
VAR nama : string{15};
BEGIN nama := ‘Dewi’;
write(‘nama : ‘);
write(nama);
END.

Nama : Dewi

  • Menggunakan writeln
VAR nama : string{15};
BEGIN nama := ‘Dewi”;
WriteLn(‘Nama : ‘);
WriteLn(Nama);
END.

Nama :
Dewi

  • Menggunakan write dan writeln
write (‘Selamat Belajar’);
writeln (‘Pascal’);
write (‘Semoga Sukses’);

Dalam layar akan ditampilkan:
Selamat Belajar Pascal
Semoga Sukses

HATI-HATI
Kesalahan Pada Program
Ada dua jenis kesalahan yang mungkin terjadi pada
program, yaitu:
1. Kesalahan sintaks/tatabahasa (syntax error)
2. Kesalahan logika (logical error)

Rabu, 27 Maret 2013

Ruang lingkup Ilmu ekonomi

Ruang lingkup Ilmu ekonomi 
( Masalah pokok ekonomi dan pengaruh mekanisme harga, Sistem perekonomian)


RUANG LINGKUP EKONOMI

Dalam kehidupan manusia sebagai mahluk ciptaan Tuhan Yang Maha Esa  sehari-hari nya melakukan banyak hal, salah satu nya manusia melakukan tindakan ekonomi, ekonomi merupakan salah satu ilmu sosial yang mempelajari aktifitas manusia yang berhubungan dengan produksi, ataupun konsumsi barang yang di butuhkan manusia.

  • Masalah pokok ekonomi dan pengaruh mekanisme harga 

Masalah Ekonomi Bagi Produsen Masalah pokoknya adalah masa kelangkaan atau kekurangan sebagai akibat dari ketidak seimbangnya antara kebutuhan masyarakat yang relatif tidak terbatas dengan faktor-faktor produksi yang tersedia dalam masyarakat yang relatif terbatas. Kegiatan ekonomi dalam suatu masyarakat modern meliputi berbagai jenis kegiatan produksi, konsumsi dan perdagangan. Menentukan barang dan jasa yang harus diproduksi (what to produce) ,Karena sumber daya terbatas sementara kebutuhan tidak terbatas, maka tidak semua barang dan jasa yang dibutuhkan masyarakat dapat diproduksi. Suatu masyarakat ekonomi harus menentukan barang dan jasa apa saja yang akan diproduksi, barang dan jasa mana yang akan diprioritaskan, barang dan jasa apa yang akan diproduksi kemudian, serta barang dan jasa apa yang tidak dapat diproduksi. Ini merupakan masalah bagaimana mengalokasikan sumber daya yang ada (sumber daya alam, manusia, dan modal) ke dalam berbagai sektor produksi untuk menghasilkan barang dan jasa. Menentukan cara barang diproduksi (how to produce) Metode produksi atau teknologi mana yang akan digunakan ? Di sini, diperlukan penggunaan metode produksi atau teknologi yang paling efisien, artinya yang dapat menghasilkan suatu barang dan jasa dengan pengorbanan (atau biaya) yang paling rendah. Ilmu ekonomi memandang teknologi sebagai faktor penting dalam proses produksi. Namun, masih banyak faktor penting yang harus dipertimbangkan, seperti skala produksi, kemampuan manajerial, iklim, kemampuan finansial, dan sikap mental. Menentukan untuk siapa barang-barang diproduksi (to whom) , Salah ekonomi tentang bagaimana hasil produksi dibagikan adalah masalah tentang keadilan dan pemerataan distribusi. Bagaimana memberi balas jasa atas warga yang bekerja lebih banyak daripada yang lainnya.Masalah distribusi juga terkat dengan pertanyaan bagaimana memberi jaminan kepada sebagian warga yang mendapatkan hasil produksi di dalam ekonomi, sekalipun tidak ikut berproduksi seperti anak-anak sekolah dan orang tua jompo. Keputusan untuk siapa barang dan jasa diproduksi berkaitan erat dengan konsep keadilan masyarakat yang bersangkutan. Bagi masyarakat egaliter, keadilan berarti setiap individu berhak mendapatkan barang dan jasa secara adil dalam jumlah yang sama, tetapi bagi masyarakat utilitarian yang dimaksud dengan adil adalah pembagian barang atau jasa sesuai dengan kebutuhan masing-masing . Masalah Ekonomi Bagi Konsumen Kebutuhan hidup manusia itu banyak sekali dan beraneka ragam, sedangkan barang dan jasa sebagai alat pemuas kebutuhan sangat terbatas. Kenyataan inilah yang menjadi inti masalah ekonomi. Masalah ekonomi dihadapi oleh umat manusia, apakah mereka sebagai perseorangan, keluarga, perusahaan, atau negara. Pokok persoalannya adalah: bagaimanakah dengan sumber-sumber yang terbatas, manusia dapat memenuhi kebutuhan-kebutuhan yang banyak dan beraneka ragam.

  • Sistem perekonomian

Sistem perekonomian adalah sistem yang digunakan oleh suatu negara untuk mengalokasikan sumber daya yang dimilikinya baik kepada individu maupun organisasi di negara tersebut. Perbedaan mendasar antara sebuah sistem ekonomi dengan sistem ekonomi lainnya adalah bagaimana cara sistem itu mengatur faktor produksinya. Dalam beberapa sistem, seorang individu boleh memiliki semua faktor produksi. Sementara dalam sistem lainnya, semua faktor tersebut di pegang oleh pemerintah. Kebanyakan sistem ekonomi di dunia berada di antara dua sistem ekstrim tersebut.
Selain faktor produksi, sistem ekonomi juga dapat dibedakan dari cara sistem tersebut mengatur produksi dan alokasi. Sebuah perekonomian terencana (planned economies) memberikan hak kepada pemerintah untuk mengatur faktor-faktor produksi dan alokasi hasil produksi. Sementara pada perekonomian pasar (market economic), pasar lah yang mengatur faktor-faktor produksi dan alokasi barang dan jasa melalui penawaran dan permintaan.
Perekonomian terencana

Ada dua bentuk utama perekonomian terencana, yaitu komunisme dan sosialisme. Sebagai wujud pemikiran Karl Marx, komunisme adalah sistem yang mengharuskan pemerintah memiliki dan menggunakan seluruh faktor produksi. Namun, lanjutnya, kepemilikan pemerintah atas faktor-faktor produksi tersebut hanyalah sementara; Ketika perekonomian masyarakat dianggap telah matang, pemerintah harus memberikan hak atas faktor-faktor produksi itu kepada para buruh. Uni Soviet dan banyak negara Eropa Timur lainnya menggunakan sistem ekonomi ini hingga akhir abad ke-20. Namun saat ini, hanya Kuba, Korea Utara, Vietnam, dan RRC yang menggunakan sistem ini. Negara-negara itu pun tidak sepenuhnya mengatur faktor produksi. China, misalnya, mulai melonggarkan peraturan dan memperbolehkan perusahaan swasta mengontrol faktor produksinya sendiri.
Perekonomian pasar

Perekonomian pasar bergantung pada kapitalisme dan liberalisme untuk menciptakan sebuah lingkungan di mana produsen dan konsumen bebas menjual dan membeli barang yang mereka inginkan (dalam batas-batas tertentu). Sebagai akibatnya, barang yang diproduksi dan harga yang berlaku ditentukan oleh mekanisme penawaran-permintaan.
Perekonomian pasar campuran

Perekonomian pasar campuran atau mixed market economies adalah gabungan antara sistem perekonomian pasar dan terencana. Menurut Griffin, tidak ada satu negara pun di dunia ini yang benar-benar melaksanakan perekonomian pasar atau pun terencana, bahkan negara seperti Amerika Serikat. Meskipun dikenal sangat bebas, pemerintah Amerika Serikat tetap mengeluarkan beberapa peraturan yang membatasi kegiatan ekonomi. Misalnya larangan untuk menjual barang-barang tertentu untuk anak di bawah umur, pengontrolan iklan (advertising), dan lain-lain. Begitu pula dengan negara-negara perekonomian terencana. Saat ini, banyak negara-negara Blok Timur yang telah melakukan privatisasi—pengubahan status perusahaaan pemerintah menjadi perusahaan swasta.

Rabu, 20 Maret 2013

ANDROID

jika anda pencinta gadget mungkin sudah tidak asing lagi dengan istilah kata ANDROID. ya operasi sistem ini di gunakan di ponsel-ponsel canggih atau smartphone masa kini. berbagai aplikasi bisa digunakan di operasi ini. Android menyediakan platform terbuka bagi para pengembang untuk menciptakan aplikasi mereka sendiri untuk digunakan oleh berbagai macam paranti bergerak, awalnya, google inc membeli android inc , paranti baru yang membuat paranti lunak untuk ponsel. Kemudian untuk mengembangkan android  dibentukalh Open Handset Alliance , konsorsium dari 34 perusahaan paranti keras paranti lunak dan telekomunikasi termasuk google , HTC , Intel , Motorolla, Qualcomm, T mobile dan Nvidia.

Jenis dan versi android OS:

  • Android versi 1.1 --> android memang diluncurkan pertama kali tahun 2007 , namun sistem operassi ini mulai dirilis dan diterapkan ke berbagai gadget pada tanggal 9 maret 2009 . Android versi 1.1 merupakan android versi awal dimana versi ini baru memberikan sentuhan di beeberapa aplikasinya, diantaranya yaitu sistem antar muka bagi pengguna ( user interface ) yang lebih baik , jam dan beberapa aplikassi lainnya.
  • Android versi 1.5 (cupcake ) --> hanya perlu waktu kurang dari 2 bulan  yaitu pada Mei 2009 android kembali mengalami perubahan versi. android versi 1.1 kemudian di sempurnakan dengan android 1.5 atau yang lebih dikenal sebagai android cupcake . perubahan yang terjadi pada sistem aplikassi android cupcake bisa dibilang cukup banyak. diantaranya adalah sistem fasilitas mengunggah video ke youtube , aplikasi headset nirkable blutooth , tampilan keyboard di layar serta tampilan gambar yang bergerak lebih atraktif.
  • Android versi 1.6 ( donut ) --> donut ( versi 1.6 ) di luncurkan dalam tempo kurang dari 4 bulan semenjak peluncuran perdana android cupcake yaitu pada bulan september 2009 android versi donut memiliki beberapa fitur yang lebih baik dibandingkan pendahulunya yakni mampu menayangkan indikator baterai pada ponsel, pengguna dapat memilih dan menentukan file yang akan dihapus, zoom-in zoo-out dengan membaca gerakan serta arah gerakan tangan ( gesture ) penggunaan koneksi CDMA/EVDO dan lain sebagainya.
  • Android versi 2.0/2.1 ( eclair ) --> masih di tahun yang sama android kembali merilis operating sistem terbarunya yaitu android versi 2.0/2.1 (eclair) . eclair diluncurkan oleh google 3 bulan setelah android versi 1.6 . dengan meluncurkan 4 versi ditahun yang sama akhirnya begitu banyak perusahaan pengembang gadget atau handset yang mulai tertarik untuk memakai dan mengembangkan android sebagai platform utama yang digunakan untuk handset-handset mereka . inilah dimana era kebangkitan andoid yang sempat mendoktrin penggunaan sistem layar yang awalnya dipandang kurang user friendly
  • Android versi 2.2 (Froyo : frozen yogurt ) --> butuh 5 bulan bagi google untuk melakukan regenerasi dari android eclair versi sebelumnya ke versi Froyo : frozen yoguhrt . Pada mei 2010 android versi 2.2 ini dirilis. sistem operasi dengan julukan ini melakukan beberapa update dan juga pembenahan seputar aplikasi serta tampilannya . keinginan untuk bisa menempatkan sebuah kartu ekspansi berbentuk slot micro SD berkapasitas besar sudah bisa diwujudkan oleh OS versi ini . aplikasi lainnya yang juga dilakukan perubahan adalah dukungan adobe 10.1 serta kecepatan kinerjanya yang jauh lebih baik hingga 5 X lebih cepat jika dibandingkan dengan versi sebelumnya.
  • Android versi 2.3 ( gingerbread ) --> 7 bulan kemudian android kembali melakukan gebrakan dengan merilis kembali android versi 2.3 (gingerbread ) . Gingerbread ini berbeda dari sistem operassi sebelumnya dimana tampilan gingerbread jauh lebih atraktif dan sudah mampu mendukung fitur dual camera untuk melakukan video call . bukan hanya itu saja, android gingerbread juga mulai menkonsentrasikan kepada kemampuan untuk meningkatkan mutu aplikasi-aplikasi permainan ( games ) di dalamnya.
  • Android versi 3.0/3.1 ( honeycomb ) --> android versi ini dirilis pada bulai mei 2011. android honeycomb metupakan sistem operasi android yang tujuan memang dikhususkan bagi penggunaan tablet berbasis android. halaman pengguna ( user interface ) yang digunakan pada android versi ini  juga sangat berbeda pada android smartphone . hal tersebut tentu saja disebabkan oleh tampilan layar yang lebih besar pada tablet serta untuk mendukung hardware dengan spesifikasi yang lebih tinggi yang digunakan pada perangkat tersebut.
  • Android 4.0 (ICS : ice cream sandwich )--> android ini dirilis pada tahun yang sama dengan versi sebelumnya . kini android sandwich merupakan salah satu sistem operasi yang paling banyak digunakan oleh para pengembang smartphone yang sudah memiliki nama besar seperti samsung, sony , acer dengan smartphone ICS barunya serta produsen-produsen kelas berat lainnya untuk digunakan pada fitur-fitur terbarunya. 
  • Android versi 4.1 ( j3lly bean ) --> android ini merupakan versi terbaru saat ini salah satu gadget yang menggunakan operasi ini adalah google nexus 7 yang di prakarsai oleh ASUS vendor asal taiwan yang juga metupakan teman satu kampung dengan Acer. fitur terbaru dari sistem ini salah satunya adalaah peningkatan on screen keyboard yang lebih cepat serta lebih responsif .pencarian data kontak dengan fitur voice search dan lain sebagainya.


Selasa, 19 Maret 2013

Pemrograman C++

Semester 4 ini kita akan belajar tentang pemrograman C++, untuk itu saya akan berbagi sedikit ilmu tentang apa itu C++
C++ adalah bahasa pemrograman komputer yang dibuat oleh (Bjarne Stroustrup) merupakan perkembangan dari bahasa C dikembangkan d Bell labs ( Deniss Ritchie ) pada awal tahun 1970'an  bahasa itu diturunkan dari bahassa sebelumnya yaitu BCL pada awalnya bahasa tersebut dirancang sebagai bahasa pemrograman yang dijalankan pada sistem UNIX  pada perkembangannya versi ANSI ( American National Standart instituts ) bahasa pemrograman C menjadi versi dominan.

Sejak tahun 1980 bahasa C banyak digunakan pemrograman di Eropa yang sebelumnya menggunakan bahasa B dan BCPL ( Basic Combined Programming languange ) . dalam perkembangannya bahasa c menjadi bahasa paling populer diantara bahasa lainnya seperti PASCAL, BASIC, FORTRAN.

C++ adalah bahasa pemrograman yang memiliki banyak dialek  seperti bahasa orang yang memiliki banyak dialek ,dalam C++ dialek bukan disebabkan oleh karena si pembicara berasal dari jepang atau indonesia melainkan karena bahasa ini memiliki banyak kompiler yang berbeda, ada 4 kompiler umum yaitu : C++ Borland, C++ Microsoft Visual, C/386 watcom dan DJGPP, anda dapat mendownload DJGPP atau munkin saja anda telah memiliki kompiler lain.

Setiap kompiler ini agak berbeda , setiap kompiler akan dapat menjalankan fungsi-fungsi standart C++ ANSI/ISO, tetapi masing-masing kompiler juga akan dapat menjalankan fungsi-fungsi nonstandart ( fungsi-fungsi ini , agak mirip dengan ucapan yang tidak standart yang di ucapkan orang di berbagai pelosok negeri , sebagai contoh di new Orlean kata median disebut neutral ground ). kadang-kadang pemakaian fungsi nonstandart akan menimbulkan masalah pada saat anda hendak mengkompilasi kode sumber data ( source code ) yaitu program berbahasa C++ yang ditulis oleh seorang programer menggunakan kompiler yang berbeda . tutorial ini tidak terlepas dari masalah seperti itu.

bila anda belum mempunyai sebuah kompiler  disarankan agar anda segera memiliki sebuah kompiler. sebuah kompiler sederhana sudah cukup untuk dipergunakan oleh anda dalam mengikuti tutorial ini.

Bahasa pemrograman C++ adalah bahasa pemrograman yang berbeda  untuk kompiler C++ berbasis DOS akan memerlukan beberapa kata kunci (keyword) keyword sendiri tidak cukup untuk difungsikan sebagai input dan output . walaupun hampir semua fungsi dalam file library tampaknya bisa di akses oleh file header lainnya.